Postingan

Empat

Lagi dan lagi aku hanya seseorang yang tak dianggap hadirnya oleh kak vandri, selalu saja begitu sudah 2 Minggu sejak aku menjadi istrinya sama sekali tidak ada yang berubah diantara aku dan kak vandri, baik dari sikap kak vandri terhadapku. Aku juga bingung mau bagaimana lagi, semua usaha sudah kulakukan menjadi istri terbaik buat kak vandri tapi kak vandri sama sekali tidak melihatku sebagai istrinya. tapi aku gak akan menyerah karena aku sudah berjanji untuk bisa buat kka vandri mencintai ku, dan entah kenapa kurasa aku sedikit mulai mencintai sejak kak vandri mengikrarkan sumpah pernikahan kepadaku waktu itu. Hati ku menghangat mendengar nya mengucap janji itu dan aku juga terpana oleh mata coklat milik kak vandri tajam, dan sangat luas seperti lautan.  Aku hanya berharap kak vandri bisa mencintai ku agar rumah tangga yang sudah kami bina tidak sia-sia, harapan ku begitu, semoga menjadi harapan kak vandri juga. "Mbok, ada liat kak vandri gak ya?" Tanyaku sembari turun kep...

Tiga

Semua kini berbeda, aku yang terbiasa tidur ditemani kamar yang berwarna biru kesukaanku sekarang sudah berubah menjadi warna hitam, aku tak menyangka bahwa aku sudah menjadi seorang istri tapi apa guna status istri jika aku dan kak vandri berpisah ranjang?  Ya, aku dan kak vandri tidak sekamar, aku juga terkejut mendengar penuturan wanita paruh baya yang menjelaskan kepadaku keadaan mansion milik kak vandri, ia juga membawa ku ke kamar ini, katanya ini akan menjadi kamarku. Ada apa ini?  Apa yang salah kepadaku?  Mengapa kak vandri melakukan itu padaku? Karena sudah sangat lelah aku memutuskan untuk tidur, dan persoalan tentang kamar nanti akan kucoba untuk bertanya kepada kak vandri. Sejenak kupandangi kamar yang katanya sudah menjadi kamar ku itu, dan terbesit dipikiran ku bahwa kak vandri ialah orang yang sangat tegas, dari tatanan kamar, warna tema kamar dan desain kamar menggambarkan seperti itu, bagaimana ini? Sedikitpun aku tidak tahu mengenai kak vandri padahal k...

Dua

 Aku terkejut, apa maksudnya ini semua. Mengapa semua serba tiba-tiba tak terduga sama sekali, apakah pria yang dihadapanku ini adalah pria yang baik? Apakah pria yang di depanku ini bisa mencintai ku? Aku ingin berlari kekamar ku dan menangis, aku sungguh tak menduga ternyata pria itu, pria yang duduk di sofa ruang tamu adalah calon suami ku, aku tak sanggup mengatakan apapun, bibir dan lidahku kelu tak tahu harus buat apa, papaku sangat mengharapkan itu sebuah pernikahan yang sudah lama dirancang untuk ku dan untuk pria itu, bahkan sedari kami masih di dalam kandungan, tapi aku takut, takut mengecewakan papa dan mamaku aku tidak mungkin menolak pernikahan ini, sangat egois jika kulakukan itu, tapi??  Bagaimana dengan hatiku?  Aku belum mencintainya dia juga belum tentu mencintaiku bagaimana kami yang tak saling mencintai membangun rumah tangga yang baik? Apa yang seharusnya aku lakukan?  Bolehkan aku menolak ini?  Atau bisakah aku mencintai nya?  Tapi aku...

Bagian satu

D i meja makan seperti biasa aku dan keluarga ku sarapan yang sudah dibiasakan untuk sarapan bersama sebelum melakukan kegiatan masing-masing. Perkenalkan namaku Nova madrick anak kedua dari pasangan James madrick dan clara madrick. Kakak ku ray madrick adalah lelaki yang dominan mempunyai sifat dan kelakuan seperti papaku dan aku percampuran sifat papa dan mamaku.  Setelah selesai sarapan papa pamit untuk ke kantor begitu juga kak ray, aku dan mama diam dan menunggu pulang. Tapi hari ini berbeda, sahabat ku mila hermansyah tiba-tiba dengan sangat memaksanya dia mengajakku menemaninya ke pusat perbelanjaan di kota ini. Sebagai seorang sahabat aku pasti menemani nya. Kami menyetujui pertemuan kami di plaza Indonesia kurasa itu pilihan yang tepat daripada menunggu nya berdan-dan sambil bercerita bertapa mengesalkan pacar nya hari ini, aku sudah tahu itu karena itu sudah menjadi candunya menceritakan pacarnya kepadaku sampai sedikit demi sedikit aku hapal akan kalimatnya.  "Mil, ...

Judul

Pernikahan yang Tak Terduga   Jujumood.