Dua
Aku terkejut, apa maksudnya ini semua. Mengapa semua serba tiba-tiba tak terduga sama sekali, apakah pria yang dihadapanku ini adalah pria yang baik? Apakah pria yang di depanku ini bisa mencintai ku? Aku ingin berlari kekamar ku dan menangis, aku sungguh tak menduga ternyata pria itu, pria yang duduk di sofa ruang tamu adalah calon suami ku, aku tak sanggup mengatakan apapun, bibir dan lidahku kelu tak tahu harus buat apa, papaku sangat mengharapkan itu sebuah pernikahan yang sudah lama dirancang untuk ku dan untuk pria itu, bahkan sedari kami masih di dalam kandungan, tapi aku takut, takut mengecewakan papa dan mamaku aku tidak mungkin menolak pernikahan ini, sangat egois jika kulakukan itu, tapi??
Bagaimana dengan hatiku?
Aku belum mencintainya dia juga belum tentu mencintaiku bagaimana kami yang tak saling mencintai membangun rumah tangga yang baik? Apa yang seharusnya aku lakukan?
Bolehkan aku menolak ini?
Atau bisakah aku mencintai nya?
Tapi aku akan mencoba, mencoba sebisa aku atas kepercayaan yang sudah diberikan papa dan juga mamaku.
"Pa, ma, kalo dengan pernikahan ini ngebuat papa dan mama seneng Nova bersedia kok menikah dengan kak Vandri" akhirnya aku memutuskan untuk menerima pernikahan tak terduga ini, semoga aku benar-benar bisa mencintai kak vandri dan semoga kak vandri juga demikian.
Kulihat papa dan mamaku tersenyum senang mendengar penuturanku, tapi berbeda dengan kak vandri, dia kelihatan gusar dan terkejut dengan jawabanku, apa dia tidak menyangka bahwa aku menerima pernikahan ini? Atau dia tidak benar-benar serius ingin menikahi ku? Ahh aku tidak mau memikirkan itu dulu untuk saat ini.
Pernikahan pun dilaksanakan hanya beberapa kolega dan keluarga yang menghadiri pernikahan aku dan kak vandri, kami memang sepakat hanya mengundang beberapa tamu kak vandri dan keluarga saja yang menghadiri pernikahan ini.
"Sayang, sebentar lagi kamu jadi istri, cintai dan tutupi kekurangan suami dan keluraga kamu ya sayang" tutur mama kepadaku.
"Ia ma, nova janji dan ingin menjadi istri seperti mama, doain nova ya ma" kataku sambil menggenggam tangan mamaku
Sesampai nya di gereja aku diiringi papaku untuk naik ke altar, sambil diiringi musik aku terharu sebentar lagi aku dan kak vandri akan menjadi suami istri dan kulihat papa ku menitikkan air mata nya, aku tahu papa pasti sedih karena akan melepaskan putri nya kepada seseorang. Tapi ini sudah menjadi keputusan yang aku buat aku harus memenuhinya, ya harus!
"Vandri, hari ini saya antarkan putri kesayangan saya kepadamu, jaga dia seperti saya menjaganya, sayangi dia seperti saya menyayanginya, dan cintai dia seperti daya mencintai nya, tolong jangan sakiti dia karena dia adalah perempuan yang selama ini ingin saya bahagiakan dengan segenap kekuatan saya." Kata ayah sendu kepada kak vandri dan aku mendengarnya sedih, begitu tulus nya cinta dari keluarga untuk kita, i love you papa.
"Baik pa, saya akan berusaha memenuhi nya pa" kata kak vandri, eh tapi tunggu dulu sejak kapan kak vandri panggil papa aku dengan sebutan "pa"
"Nova madrick, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus." Ucap kak vandri yang sukses membuat aku menitikkan air mataku, sangat indah saat kak vandri menyampaikan sumpah pernikahan itu, dan hatiku menghangat mendengarnya
"Vandri william, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus." Jawabku dengan kata-kata yang sudah ku persiapkan sebelum nya.
Dan saat ini aku dan kak vandri sudah resmi menjadi suami istri.
Komentar
Posting Komentar