Tiga

Semua kini berbeda, aku yang terbiasa tidur ditemani kamar yang berwarna biru kesukaanku sekarang sudah berubah menjadi warna hitam, aku tak menyangka bahwa aku sudah menjadi seorang istri tapi apa guna status istri jika aku dan kak vandri berpisah ranjang? 

Ya, aku dan kak vandri tidak sekamar, aku juga terkejut mendengar penuturan wanita paruh baya yang menjelaskan kepadaku keadaan mansion milik kak vandri, ia juga membawa ku ke kamar ini, katanya ini akan menjadi kamarku.


Ada apa ini? 


Apa yang salah kepadaku? 


Mengapa kak vandri melakukan itu padaku?


Karena sudah sangat lelah aku memutuskan untuk tidur, dan persoalan tentang kamar nanti akan kucoba untuk bertanya kepada kak vandri.

Sejenak kupandangi kamar yang katanya sudah menjadi kamar ku itu, dan terbesit dipikiran ku bahwa kak vandri ialah orang yang sangat tegas, dari tatanan kamar, warna tema kamar dan desain kamar menggambarkan seperti itu, bagaimana ini? Sedikitpun aku tidak tahu mengenai kak vandri padahal kami sudah menikah, apa yang harus kulakukan? 


Saat aku mencoba untuk segera mandi aku mendengar ketukan dibalik pintu kamarku.


"Nyonya, sarapan sudah selesai" kata salah satu pelayan dirumah ini yang dapat ku dengar


"Iya mbak, setelah mandi saya langsung turun" kata ku menjawab setelah itu kudengar suara langkah kaki menjauh dari pintu kamarku dan akupun bergegas untuk mandi


Suara dentingan sendok beradu di meja makan saat ini, hening, sepi sesaat aku merindukan makan bersama papa, mama, dan kak ray yang selalu hangat dan menyenangkan. Aku takut untuk memulai percakapan, takut, takut kalo kak vandri kurang nyaman berbicara kepadaku, tapi setelah makan akan kucoba untuk memulai percakapan.


"Saya berangkat dulu ke kantor, jika perlu sesuatu katakan kepada para maid dirumah ini!" Ucap nya dengan tegas kepadaku tanpa senyuman.

Ujian apalagi ini Tuhan ini hari pertama ku menjadi istri seseorang, bahkan suami ku tidak ingin rasanya berlama-lama bersama ku, hari pertama saja ia sudah langsung berangkat ke kantor nya, tidak ada senyuman apalgi ciuman dihari ini rasa sakit mendengar perkataan kak vandri yang sudah ingin berangkat ke kantor, dari hal perpisahan kamar aku sudah sakit hati menerima itu, kini ditambah lagi bahwa ia ingin segera ke kantor, apa maksud dari semua ini? 


"Tapi kak, ini kan masih hari pertama pernikahan kita, apa gak sebaiknya kakak dirumah dulu?" tanya ku lembut, yang berharap kak vandri paham akan itu.


"Dengar Nova, kamu tidak berhak mengatur hidup saya, pernikahan kita hanya untuk menyenangkan hati mommy aku dan itu terpaksa saya setujui, kamu gak boleh banyak bertanya apalagi memerintah saya!! Paham!!!" Tegas kak vandri dengan sedikit bentakan.

Aku terkejut kak vandri membentakku, apa lagi ini? 

Apa katanya? Terpaksa? 

Lalu apakah dia tidak berpikir bahwa aku juga merasakan hal yang sama?

Aku juga ingin menyenangkan hati papa dan mamaku, tapi mengapa menjadi demikian? 

Hatiku bagai tertusuk jarum, sakit, perih dan aku tidak tahan mendengar kata-kata kak vandri, air mataku perlahan mengalir tapi aku takut, takut jika kak vandri melihatnya dan membuatnya tambah marah. Sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku mengaku juga?


"Maaf kak, bukan maksud nova memerintah kak vandri, dan satu hal lagi kak nova juga sama kok seperti kakak, nova juga terpaksa menerima pernikahan ini supaya papa dan mama nova bahagia kalau nova berbakti. Tapi nova takut kalau kakak ngebentak nova kak" kata ku pasrah dengan bercucuran air mata ketakutan, aku sungguh tak menyangka hal ini terjadi. 


"Saya gak butuh penjelasan dari kamu, mau kamu terpaksa atau tidaknya atas pernikahan ini! Jangan coba-coba menentang saya apalagi memerintah saya. Mengerti kamu!! " Tegas kak vandri, kembali hatiku sakit menerima penuturan itu, tapi apa boleh buat, aku yang tak menduga pernikahan ini kini sudah nyata di hidupku, perlahan aku akan menerima semua resiko dari keputusan yang sudah aku buat. 


Tuhan bantu aku, bantu aku melunakkan hati dari kak vandri, bantu aku dan berikan aku kesabaran yang besar menghadapi semua ini Tuhan, aku tahu engkau menguji hamba saat ini karena engkau tahu hamba mampu melewati ini. 


Terdengan deru mobil kak vandri menjauh dari mansion ini, tanpa ingin melanjutkan kesedihan ku, aku membersihkan meja makan yang sudah selesai kami santap hidangannya, aku akan mengambil kegiatan yang membuat hatiku sedikit lebih tenang.


"Ehh, nyonya biar saya saja yang ngeberisin nya" kata maid di mansion ini


"Gak apa-apa mbok, biar saya aja, saya juga bosan di kamar melulu mbok" kataku kepada ibu itu, kulihat beliau seumuran dengan mamaku jadi aku memanggil nya mbok, aku juga tiba-tiba kangen mama melihat mbok yang saat ini berdiri dihadapanku.


"Jangan nya, nanti tuan vandri marah kepada saya nya, dan panggil saya merry saja ya nya, saya gak enak di panggil mbok oleh nyonya" ucap mbok merry sambil membereskan piring-piring yang ada dimeja dan akupun membantu bu merry


"Gak apa-apa mbok, saya rasa lebih sopan saya panggil mbok, kalo ngelihat mbok juga saya jadi bisa ngelihat mama saya mbok, bolehkan saya panggil mbok? Soal kak vandri kayaknya kak vandri juga gak perduli sama hal itu mbok" kataku menjawab dengan hangat kupeluk mbok merry dan air mataku menetes kembali saat aku mengingat semua perkataan kak vandri yang terlalu kejam itu kepadaku.


"Iya nya, gak apa-apa kok kalo nyonya mau panggil nya mbok" buru - buru mbok merry menjawab pertanyaanku, mungkin dia sedikit terkejut karena aku tiba-tiba memeluknya


"Maaf mbok, nova jadi nangis hehehe, mnok panggil nova aja ya, jangan nyonya, nova gak terbiasa mbok di panggil nyonya" kataku ke mbok merry dan dibalas dengan anggukan. 


Aku dan mbok merry membersihkan halaman kebun, kudengar tukang kebun yang biasa membersihkan kebun seluas ini pergi pulang kampung karena anaknya lagi sakit dan dia dibolehkan untuk pulang kampung dan di boleh kapan saja kembali berkerja di mension ini, kayaknya kak vandri sebenarnya orang baik dan mungkin hari ini mood kak vandri aja yang kurang baik.


Terdengar deru mobil kak vandri memasuki mansion dan mbok merry buru-buru membawaku kedalam mansion.


"Nak, kamu harus menyambut tuan vandri pulang kerja, karena itulah tugas mu seorang istri" ucap mbok merry menarikku masuk kedalam mansion

Aku tersenyum mbok merry sangat baik, perhatian terhadapku, persis seperti mamaku, sedikit terobati rinduku melihat beliau.


"Iya mbok, makasih udah perhatian sama nova ya mbok" kataku seraya memeluk mbok merry, aku yakin aku bisa akrab dengan beliau karena beliau sangat baik dan perhatian terhadapku, beliau juga menyenangkan.


Kubuka pintu seraya menyambut kak vandri pulang kerja, seperti yang dikatakan  mbok merry kepadaku.

Dan kudapati kak vandri terkejut melihatku membuka pintu mansion untuknya. Dan aku tidak peduli pada ekspresi itu, kuberikan senyuman terbaikku menyambutnya, seperti mama menyambut papa, aku sudah memutuskan untuk membawa pernikahan ini untuk masa depan antara aku dan kak vandri, dan aku juga akan berusaha mencintai kak vandri dan membuat kak vandri juga mencintaiku, ya semoga ini menjadi keputusan yang tepat untuk rumah tangga aku dan kak vandri. 


"Kamu sedang apa disini? " Tanya kak vandri kepadaku, pertanyaan apa itu? Apa dia tidak merasa bahwa aku berdiri disini hanya untuk menyambutnya sepulang dari kerja nya. Dasar pria tidak peka


"Nova menyambut kak vandri pulang kerja kak" jawabku se adanya.

Simpel dan jelas bukan jawaban saya pak vandri, semoga kamu segera mengerti


"Tidak perlu kamu lakukan seperti ini, saya juga tidak terbiasa disambut seperti ini" ucapnya dingin dan kaku. Apasih ini lelaki mengapa hatinya sekaras batu banget, apa dia tidak bisa sedikit lebih lembut terhadap ku? 


"Bagaimana pun saya istri kak vandri, dan saya akan melakukan hal seperti yang istri biasa lakukan itu sudah menjadi keputusan saya walau kak vanri tidak menganggap saya sebagai istri kakak"

Jawabku se ada nya, dan kulihat kak vandri sedikit kesal karena mendengar jawabanku.


"Terserah kamu saja." Katanya kesal dan meninggalkanku di pintu depan, mungkin kak vandri bergegas menuju kamar nya atau ruang kerja nya, ya terserah kak vandri juga sih.













Terimakasih sudah membaca cerita aku ya teman-teman, kuharap kalian dapat membantu ku dan mendukung ku serta memberi aku saran.

Sekali lagi aku ucapkan terimakasih, dan aku akan publish cerita setiap harinya selalu dukung aku ya temen-temen

Love and hug from me. ❤️❤️❤️



Komentar