Bagian satu


Di meja makan seperti biasa aku dan keluarga ku sarapan yang sudah dibiasakan untuk sarapan bersama sebelum melakukan kegiatan masing-masing.
Perkenalkan namaku Nova madrick anak kedua dari pasangan James madrick dan clara madrick. Kakak ku ray madrick adalah lelaki yang dominan mempunyai sifat dan kelakuan seperti papaku dan aku percampuran sifat papa dan mamaku. 

Setelah selesai sarapan papa pamit untuk ke kantor begitu juga kak ray, aku dan mama diam dan menunggu pulang.
Tapi hari ini berbeda, sahabat ku mila hermansyah tiba-tiba dengan sangat memaksanya dia mengajakku menemaninya ke pusat perbelanjaan di kota ini. Sebagai seorang sahabat aku pasti menemani nya. Kami menyetujui pertemuan kami di plaza Indonesia kurasa itu pilihan yang tepat daripada menunggu nya berdan-dan sambil bercerita bertapa mengesalkan pacar nya hari ini, aku sudah tahu itu karena itu sudah menjadi candunya menceritakan pacarnya kepadaku sampai sedikit demi sedikit aku hapal akan kalimatnya. 

"Mil, lo dimana gue udah di plaza ini!" Tanya menelepon mila  yang sudah bosan menunggu nya.

"Sabar dong Nov, gua masih dijalan nih, tapi bentar lagi sampai kok, bentaran." Jawab nya santai dengan kalimat bentaran, mungkin dia kita aku akan lebih lega setelah mendengar kalimat nya, tapi aku yang sudah bersahabat dengan nya sedari kecil sudah tahu bahwa itu hanya sebuah kalimat tanpa penenang, dia selalu saja terlambat, baik dimana dan kapan saja, pernah ketika kami masih sekolah aku terpaksa di hukum karena terlambat menunggu nya, bayangkan saja kami terlambat 1 jam dan harus menghormat bendera sampai sepulang sekolah, aku kesal tapi aku tidak bisa menghakiminya karena dia memang agak lemot dalam hal apapun.

"Oke gue tungguin jangan dilamaij ya mil" jawab gue dan memutuskan sambungan teleponnya.


Kakiku sudah hampir patah, telingaku sudah panas tapi mila sahabatku ini masih dengan semangat nya menceritakan pacarnya. Kami memutuskan untuk lunch di salah satu restoran di mall, memesan kemudian memakan, setelah itu akhirnya aku dan mila memutuskan untuk pulang.

Aku terkejut di ruang tamu ada pria tampan yang tidak pernah ku temui seingatku, dia bukan temen kak ray siapa ya ?

"Ma, itu siapa?" Bisikku kepada mama

"Ntar, kamu juga tau kok sayang." Jawab mama sangat misterius

Aku juga tidak mau ambil pusing dan kuputuskan untuk kekamar untuk bersihin diri, aku juga mau istirahat karena aku merasa sangat lelah hari ini berkeliling sepanjang mall, yah kaki cukup menderita hari ini.

Sehabis mandi suara mama tiba-tiba muncul di indra pendengaran ku dengan sedikit ketukan fi pintu kamarku.

"Sayang, kalo udah selesai turun kebawah ya sayang" teriak mama dari balik pintu kamar kepadaku

"Iya ma, bentaran ya ma" jawabku singkat.


Komentar